Dulu saya hanya bisa membayangkan, bagaimana tersiksanya, jika di dekat rumah kita ada proyek pembuatan tiang pancang . Dendutam besi palu godam yang menghantam pondasi beton dengan ritme yang nyaris sama begitu memekakkan telinga. Sepuluh tahun kemudian, banyangan miris ini menjadi kenyataan.
Ya, sejak beberapa hari belakangan ini, warga Kedauang Hijau mulai merasakan siksaan itu, sejak proyek di lahan di depan komplek mulai jalan. Dentuman bak meriam itu bertalu-talu saban siang. Entahlah apakah bagi warga itu sebuah “tekanan”. Atau malah bagai musik cadas di siang bolong. Kalau yang terakhir, rasanya hanya sebagai pelipur lara.
Kabarnya, pemasangan tiang pancang itu sebagai awal pembangunan rumah sakit. Masih menurut kabar yang belum dikonfirmasi, rumah sakit yang akan dibangun di depan kompleks kita ini merupakan rumah sakit “cabang” RS Fatmawati. Entahlah, apakah kabar itu benar atau tidak.
Jika memang benar, tentu itu sebuah kabar gembira sekaligus kabar buruk? Lho, kok? Gembiranya, kompleks kita bakal dekat dengan RS. Bukankah itu bisa menjadi nilai lebih sebuah hunian yang dekat dengan RS? Kabar buruknya, tentu soal limbah. Belum lagi efek sosial dari ramainya di sekitar kompleks kita. Dan lebih jauh lagi, tanah kosong di depan kompleks kita nilai ekonominya makin tinggi. Hingga mendorong sang pemilik untuk mengomersialkan.
Jika demikian, sumber air tanah yang selama ini masih tergolong melimpah akan tersedot sana-sini. Apalagi yang namanya industri, tentu akan bisa leluasa menantek tanah sedalam-dalamnya.
Tapi perubahan tak mungkin bisa dilawan. Perubahan zaman telah terjadi. Yang bisa kita lakukan hanya mengatisipasi. Selamat menikmati…..
Agustus 20, 2008
Nasib Kompleks Kita
Maret 30, 2008
HITS LANGSUNG MELEJIT
Setelah alamat blog ini disebar ke warga lewat edaran, hit pun langsung melejit. komentar juga mulai bermunculan (meski baru datang dari seseorang). Tapi sudah lumayan. Artinya, blog ini dibaca. Sebenarnya, situs ini pernah pula dipubikasikan lewat selebaran yang diedarkan pengurus masjid. Namun efeknya masih kurang. Mungkin juga karena itu yang pertama dan warga belum ngeh. Mungkin kalau banyak warga yang sudah ngeh dan mau partisipasi, hit-nya makin melejit. Tapi sebenarnya bukan itu yang dicari. Karena ini blog kuminitas, maka yang diharapkan adalah partisipasi / komentar warga. Jadi, monggo silaken berkomentar dan urun rembuk.
Februari 15, 2008
Sebuah Renungan untuk Orang Tua
Catatan: Saya dapat postingan yang menarik. Entah siapa yang membuat. Khusus untuk orangtua. Tulisan lumayan panjang. Tapi menurut saya sangat berguna.
Inilah ceritanya:
Tahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor.
Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu
itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah.
Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang
duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi
itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah. Saat
saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru
menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu
murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya
untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot. (lagi…)
Februari 14, 2008
Siapa RW Berikutnya
Tahun 2008 Kedaung Hijau menjadi “tahun suksesi”. Betapa tidak, meski belum genap dua bulan, sudah ada beberapa organisasi yang berganti kepengurusan. Yang paling gres adalah kepengurusan tamir masjid An Nur, yang belakangan diganti dengan nama Dewan Kemakmuran Masjid. (lagi…)
Desember 28, 2007
PILKADA? SIAPA YANG MENANG
Meski baru dua bulan lagi, tepatnya bulan Februari
mendatang coblosan pemilihan Bupati Tangerang, gaungnya sudah mulai terasa. Tak hanya gambar para calon bupati dan wakil bupati yang mulai dipampang para pendukungnya. Beberapa aparat desa pun sudah mulai menyebarkan undangan ke panitia pilkada tingkat RW untuk melakukan pengarahan di kecamatan. (lagi…)
Desember 26, 2007
SEMUA KEBAGIAN SAKIT
Ketika Mang Rusdi, satpam Kedaung Hijau “tumbang” berbulan-bulan, banyak yang mencandai Supri, rekan Mang Rusdi. “Tinggal kami Pri, yang belum sakit. Semua sudah kebagaian.” Ayah seorang anak ini hanya cengar-cengir. “Kalau bisa, jangan…ahhh,” katanya singkat. (lagi…)
Desember 24, 2007
MEMANGKAS PENGELUARAN RW
Untuk biaya pengankutan sampah di Kedaung Hijau, tiap bulan bendahara RW harus mengeluarkan dana Rp 1,1 juta (kalau belum naik). Dan bisa jadi tahun depan (yang tinggal hitungan hari), biaya ini bakal ikut-ikutan terkerek. Apalagi jika pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM. Dengan biaya tersebut, sekitar 30 persen iuran warga tersedot untuk sampah. (lagi…)
Desember 22, 2007
SELAMAT TAHUN BARU 2008
Tahun 2007 sudah diambang pintu. Sebentar lagi fajar 2008 segera merekah. Ya, banyak sudah yang telah kita lakukan di tahun ini. Ada air mata, tawa, keringat serta darah bercucuran. Ada kebencian, kebohongan, kemunafikan, kebaikan semua bercampur jadi satu. Ya manusia memang tak lupa dari segala emosi, nafsu dan keserakahan. Tinggal tekad kita untuk terus mengurangi hal-hal yang kurang “bermutu”. Selamat menuju ambang tahun baru 2008. Ada tantangan, hambatan di depan mata. Tapi juga ada kesempatan, peluang yang siap menghadang. Selamat berjuang!